oleh

Aksi Massa di Kejagung Soroti Proyek Rehab Irigasi Way Bumi Agung BBA.4 Lampung Utara

 

Berita Kreatif, Jakarta

Gelombang desakan penegakan hukum terhadap proyek rehabilitasi jaringan irigasi Way Bumi Agung BBA.4 Lampung Utara mencuat ke tingkat nasional. Sejumlah massa yang datang dari Lampung Utara menggelar aksi di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Selasa (10/2/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar aparat penegak hukum serius menindaklanjuti dugaan persoalan dalam proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang dinilai menyangkut kepentingan petani dan penggunaan dana publik.

Koordinator aksi, Gunadi, dalam orasinya menyampaikan kritik keras terhadap penanganan perkara yang dinilai belum menunjukkan kejelasan.

“APH Polda Lampung dan Kejati Lampung mak jelas dalam penegakan hukum terkait kasus tersebut,” tegas Gunadi dalam orasinya di depan massa.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran meningkatnya kekecewaan sebagian masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang dianggap berjalan lambat dan belum transparan.

-Jebol Lagi

Diberitakan sebelumnya, sejumlah perwakilan masyarakat pengguna jaringan irigasi Way Bumi Agung Kecamatan Sungkai Jaya yang diwakili oleh Ketua P3AI dan Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) menyerahkan surat pernyataan kekecewaanya atas perbaikan jaringan irigasi yang dianggap tidak sesuai harapan.

Surat pernyataan yang ditanda tangani oleh puluhan warga itu diserahkan kepada Sarwani selaku perwakilan pemerintahan Desa Srijaya.

Dalam pernyataannya, Sarwani menyampaikan bahwa pihaknya menerima apa yang menjadi keluhan dan protes warga Bumi Agung selaku pengguna jaringan irigasi.

Dia mengatakan, surat pernyataan ini hasil kesepakatan warga desa Bumi Agung Kecamatan Sungkai Jaya, selaku pihak penerima manfaat.

“Kebetulan ada beberapa titik yang memang mengalami kerusakan. Titik terparah ada di BBA 4.b, karena tanggul tersebut mengalami longsor dan jebol lagi seperti goa,” kata Sarwani.

Dia menjelaskan, terkait kerusakan itu sebetulnya sudah dilakukan perbaikan oleh pihak balai melalui PT. BMS selaku pihak penyedia jasa. ‘Tapi itu masih dikeluhkan warga, karena dikerjakan asal jadi,” jelasnya.

Sebelumnya kata Sarwani, Camat bersama warga, Babinsa,  Polsek, Balai sudah kelokasi.

“Harusnya apa yang di keluhkan warga hendak sudah teratasi saat di lakukan perbaikan. Tapi, kondisinya masih terdapat erosi, bahkan semacam terdapat lubang besar (goa) di bawah tanggul irigasi,” terangnya.

Menyikapi surat pernyataan ini, Sarwani berjanji akan meneruskan ke pihak terkait. “Direktorat Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS – SNVT) Mesuji Sekampung, termasuk pihak penegak hukum agar pekerjaan dilakukan audit secara menyeluruh,” pungkas Sarwani.

Sementara itu, Kepala Desa Sri Agung, Amirudin di dampingi Hairil Bazar Kepala Desa Sri Jaya mengatakan bahwa, terkait permasalahan renovasi irigasi yang ada di Kecamatan Sungkai Jaya dia mendapatkan laporan dari masyarakat pengguna jaringan irigasi.

Dalam laporan dikatakan bahwa, kondisi irigasi mengalami bocor ataupun pecah, sehingga jebol bagian kiri dan kanan di titik BA.4  termasuk wilayah Desa Sri Jaya.

Amirudin menjelaskan, penerima manfaat dari jaringan irigasi tersebut secara keseluruhan memang banyak warga Sri Agung. “Artinya, kami Desa Sri Agung sangat mendukung terkait program Presiden, program nasional yang mana pembangunan irigasi seyogjanya adalah dalam rangka ketahanan pangan,” kata dia.

Meski begitu, menurut kiyai Amir panggilan akrab Kades, apa yang menjadi keluhan warga haruslah di tuntaskan. “Terhadap pihak kontraktor untuk membongkar kembali lokasi yang sudah ditimbun. Sebab, dasar keluhan warga ini jebolnya gorong gorong, dan  sudah membentuk lobang (goa) dalam irigasi tersebut. Harus dilakukan perbaikan secara maksimal,” pungkas Amir kepada awak media. (Orean/dbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *