oleh

AKIRA dan Kadin Lampung Gelar Exclusive Sharing Session, Soroti Efektivitas Influencer Marketing

Beritakreativ.com, Bandar Lampung,— Mengangkat topik yang hangat di tengah pesatnya dinamika pemasaran digital, AKIRA Training – Coaching – Consulting bekerja sama dengan Kadin Provinsi Lampung menyelenggarakan agenda Exclusive Sharing Session bertajuk “Masih Butuhkah Dunia Bisnis dengan KOL & Influencer?”.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kadin Lampung, pada Kamis (6/8/2026) ini dihadiri oleh para pelaku usaha dan pemangku kepentingan bisnis daerah untuk mendiskusikan tentang strategi, inovasi, serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan bisnis tahun 2026.

Tak kalah penting, bedah Potensi KOL dan Influencer Bagi Bisnis

Sesi diskusi eksklusif kali ini menghadirkan tiga pimpinan dan praktisi bisnis terkemuka sebagai narasumber utama:

Diantaranya, Coach Hengki Yuliansyah (Ketua Badan Otonom Talenta Muda Kadin Lampung yang juga  CEO (AKIRA), Ir Syafruddin Indrajaya (Wakil Ketua Umum Kadin bidang Jasa Konsultansi Kadin Lampung) dan H. Ardiansyah, S.H. (Ketua Dewan Pertimbangan / Wantim Kadin Provinsi Lampung).

Dalam forum tersebut, para narasumber membedah peran Key Opinion Leader (KOL) dan Influencer yang kini mengalami pergeseran di mata para pelaku bisnis.

Ketua Badan Otonom Talenta Muda Kadin Lampung sekaligus CEO AKIRA, Coach Hengki Yuliansyah, secara terbuka menyoroti tantangan mendasar yang sering dihadapi para kreator lokal di Lampung terkait kesesuaian nilai kompensasi dan effort kreatif yang dikeluarkan.

Menurutnya, permasalahan influencer saat ini sering kali terletak pada kompensasi yang belum sesuai dengan effort.

“Proses kreatif, kehadiran di lapangan, hingga alokasi waktu

dan pikiran itu nilainya sangat tinggi. Sayangnya, banyak isu yang ditemui di Lampung di mana posisi tawar harga bagi kreator, media, hingga seniman masih belum mendapatkan tempat yang ideal,” kata Hengki.

Menjawab tantangan ini, maka Hengky mengajak mari membangun Koneksi dan Efisiensi Pemasaran.

Melalui forum yang bertagline “Bangun Koneksi. Ciptakan Pengaruh. Tumbuhkan Bisnis”.

Dari ajakan ini, para narasumber menekankan pentingnya menjembatani hubungan profesional antara pelaku usaha dan influencer.

Diskusi menegaskan bahwa kolaborasi yang sehat harus didasari oleh pemahaman atas value kreativitas serta dampak strategi bisnis yang terukur dan berdampak langsung pada pertumbuhan usaha.

“Saya berharap penyelenggaraan acara eksklusif ini menjadi komitmen sinergis antara AKIRA dan Kadin

Lampung dalam mengedukasi, memperkuat iklim ekosistem digital, serta memperluas kapasitas para wirausahawan di Provinsi Lampung,” jelas Hengky.

–Pengaruh Pragmatis Zaman Digitalisasi 

Pada sisi lain, Ketua Dewan Pertimbangan / Wantim Kadin Provinsi Lampung H. Ardiansyah atau yang akrab disapa bang Aca, CEO Radar Lampung Media Group (RLMG) berpendapat bahwa, era 2000 an sampai sekarang media kini sudah mulai terpengaruh pragmatis hadirnya zaman digitalisasi.

Dia menyebut, sampai sekarang masih dalam sebuah proses untuk bisa menyimpulkan titik temu antara Influencer dan   media masa.

“Media masa memiliki empat aspek, memberitahu, mendidik, mempengaruhi dan menghibur. Tapi, eempat aspek ini terjadi pergeseran yang cukup signifikan, bahkan diambil alih oleh para Influencer-Influencer dan media sosial,” terangnya.

Pada sisi lain, media sosial dan Influencer tidak di ikat oleh prinsip dasar dan kaedah etik jurnalistik. Sedangkan media masa dilindungi kode etik jurnalistik. “Dalam manyajikan informasi yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Meski begitu, dari beberapa aspek perbedaan dunia bisnis tersebut, menurut bang Aca. “Tugas dan tanggung jawab kita untuk melakukan pembinaan dunia usaha agar memiliki tanggung jawab yang kuat untuk bisa menciptakan iklim usaha yang sehat dan nyaman,” pungkasnya. (Izul)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *