Anggaran Pembangunan Sanitasi Individual di Pekon Tanjung Sari Diduga Dimark up
Berita Kreatif, Tanggamus
Anggaran program pembangunan sanitasi Individual di Pekon Tanjung Sari Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus, Diduga “Dimark’up”.

Sebab, anggaran sebesar kurang lebih Rp554.400.000 (lima ratus lima puluh emapt juta empat ratus ribu rupiah) yang dikucurkan pemerintah untuk 44 kepala keluarga (KK) yang masuk dalam daftar keluarga penerima manfaat (KPM) diwilayah setempat tidak sesuai dengan realisasi.
Menurut, salah salah satu suber menyebut, dari Rp554.400.000, APBD tahun 2025 jika (:) untuk 44 titik semestinya biaya yang harusnya terealisasi per-titik sebesar Rp12.600.000. “Tapi praktiknya tidak demikian, hanya separuh lebih biaya per titik yang dipakai. Termasuk upah pekerja,” jelas sumber sambil meminta identitasnya tidak di tulis.

Pada sisi lain hasil investigasi, sumber menjelaskan, bahwa, ada sejumlah objek pembangunan santitasi, layak (WC) yang menurutnya tidak tepat sasaran.
Misalnya, ada rumah kosong dipasang sanitasi, padahal pemiliknya sudah meninggal dunai. “Ditambah lagi warga yang menolak karena sudah memiliki WC pribadi. Tapi tidak dialihkan ke yang lain,” katanya.

Selain itu, masalah yang juga jadi sorotan masyarakat adalah pekerja (tukang). Pekerja bukan berasal dari Pekon Tanjung Sari. “Dari pekon luar, tidak memakai pekerja dari dalam. Menunjukan adanya hal yang janggal dari aparatur Pekon dalam pengelolaan program sanitasi individual tersebut,” pungkasnya.
Terkait informasi yang disampaikan, Kepala Pekon Tanjung Sari, Arsudin, Rabu siang (21/1/2026) melalui pesan singkat WhatApp, belum menjawab konfirmasi.
Sementara, Samsi, ketua KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Pekon setempat, justeru mengaku apa yang disampaikan sumber (masyarakat) kepada Berita Kreatif Nusantara Group Bongkarpost terkait dugaan Mark’up anggaran program pembangunan sanitasi Individual di Pekon Tanjung Sari Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus adalah tidak benar. “Itu tidak benar bang,” jawabnya singkat.
Dikutup dari laman resmi Pemkab Tanggamus, diketahui bahwa, Sanitasi individual di Kabupaten Tanggamus merupakan program pemerintah daerah untuk meningkatkan akses sanitasi layak (WC) bagi masyarakat, dengan target pencapaian akses sanitasi layak secara keseluruhan yang terus diupayakan melalui berbagai program pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur seperti MCK komunal.
Program ini melibatkan pemberdayaan masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan Tanggamus ODF (Open Defecation Free) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan.
Terkait program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus memiliki target ambisius untuk mencapai 100% akses sanitasi layak pada tahun-tahun tertentu, menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Adapun pemicu dari program tersebut, sanitasi dilakukan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam program sanitasi.
Selain WC individual, program seperti PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) dan pembangunan MCK komunal juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan sanitasi di Tanggamus. (Zul)





Komentar