
Beritakreativ.com, Bandar Lampung -DPRD Kota Bandar Lampung, menyoroti Anggaran bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kota Bandar Lampung mengalami peningkatan signifikan dalam APBD Perubahan 2026. Kenaikan anggaran terjadi setelah Pemerintah Kota Bandar Lampung memperluas sasaran penerima bantuan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menjelaskan anggaran untuk seragam siswa SMP meningkat dari sekitar Rp2,4–2,5 miliar menjadi lebih dari Rp7 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi seluruh siswa kelas VII, tanpa membedakan siswa reguler, afirmasi maupun program bina lingkungan (biling).
Ia menjelaskan, dengan jumlah penerima yang diproyeksikan mencapai sekitar 14 ribu siswa, bantuan tidak hanya berupa seragam utama, tetapi juga dilengkapi topi, dasi dan perlengkapan lainnya, termasuk baju batik.
“Semua anak kelas 1 SMP mendapatkan seragam, tidak ada pembedaan antara afirmasi maupun reguler. Harapannya tidak ada lagi perbedaan seragam di sekolah,” ujarnya, Kamis (03/09/2026).
Sementara itu, anggaran bantuan seragam untuk jenjang SD meningkat lebih besar, dari sekitar Rp2,5 miliar menjadi lebih dari Rp11 miliar. Bantuan tersebut menyasar siswa kelas I dan kelas IV SD.
Ia menyampaikan, jumlah penerima diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu hingga 22 ribu siswa. Setiap siswa memperoleh bantuan dengan nilai sekitar Rp500 ribu, dengan rincian kisaran Rp505 ribu untuk siswa SD dan Rp515 ribu untuk siswa SMP.
“Perkiraan satu seragam sekitar Rp250 ribu. Kalau dua seragam berarti sekitar Rp500 ribu per siswa,” jelasnya.
Ia mengatakan, program tersebut sebelumnya belum berjalan dalam anggaran murni karena sasaran penerima awalnya hanya siswa tertentu, terutama kelas I dan kelompok afirmasi maupun biling.
Namun, dalam pembahasan APBD Perubahan, Pemkot memperluas cakupan penerima sehingga anggaran harus ditambah menyesuaikan jumlah siswa.
“Anggarannya hampir Rp7 miliar untuk 14 ribu siswa. Kami masih mempertanyakan dasar jumlah tersebut. Karena kalau dihitung berdasarkan jumlah siswa, masih ada sisa anggaran yang bisa dialihkan ke program lain,” katanya.
Sementara itu, ia juga menyoroti jumlah penerima bantuan seragam SMP yang dinilai perlu dihitung kembali. Berdasarkan perhitungan DPRD, jumlah siswa kelas VII diperkirakan sekitar 11 ribu hingga hampir 12 ribu siswa, sementara pagu anggaran yang diajukan menggunakan perhitungan sekitar 14 ribu siswa.
Menurutnya, DPRD berupaya melakukan penyisiran anggaran agar penggunaan APBD lebih efektif dan dapat diarahkan kepada kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak. Selain anggaran seragam, juga menyoroti rencana hibah kepada perguruan tinggi negeri (PTN) sekitar Rp1,5 miliar.
Ia berharap, agar pemberian hibah tetap mempertimbangkan skala prioritas pembangunan daerah. Terlebih, masih terdapat sejumlah sekolah di Bandar Lampung yang dinilai membutuhkan perhatian dan perbaikan infrastruktur.
“Kita sudah berkali-kali diingatkan, baik oleh KPK maupun Kementerian Dalam Negeri, agar hibah tidak terlalu dipaksakan kalau memang bukan menjadi prioritas. Apalagi masih banyak sekolah di Bandar Lampung yang kondisinya belum layak,” harapnya.
Ia menegaskan, Hibah 1,5 Miliar dari pada menuju perguruan tinggi Negeri (PTN), lebih baik pihak sekolah menggunakan dana tersebut untuk merenovasi sekolah atau Fasilitas sekolah, jangan salah gunakan anggaran.
“Kami sudah keliling sekolah-sekolah di Kota Bandar Lampung, beberapa persoalan yang ditemukan diantaranya Pagar Sekolah banyak yang roboh, Atap bangunan mengalami kebocoran, plafon banyak yang rusak, hingga fasilitas penunjang pendidikan, seperti Laboratorium, Lapangan, dan Aula Pun tidak ada,” tegasnya.
DPRD Kota Bandar Lampung berharap pengalokasian anggaran pada APBD Perubahan 2026 benar-benar berdasarkan kebutuhan riil, data jumlah penerima yang akurat, serta mengutamakan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(WB)








Komentar