Berita Kreatif, Lampung Utara
Alafiah, Humas PT Bajasa Menunggal Sejati (BSM) selaku kontraktor proyek rehabilitasi daerah irigasi Way Bumi Agung berkelit, atas dugaan jebolnya tanggul irigasi yang dikerjakan.
Hal itu disampaikan Alifah ketika memberikan klarifikasi, pada Selasa (27/1/2026) lalu.
Bahkan Alifah beralasan jika, proyek tersebut bukan ambruk gorong- gorong. “Tetapi tanahnya tergerus air akibat cuaca. Jadi kalau disebut dalam pemberitaan gorong-gorong ambruk, saya tidak terima,” katanya bernada tinggi.

“Lihat saja pekerjaan kami perbaiki lagi,” ucapnya.
Sementara, fakta dilapangan dari apa yang disampaikan pihak kontraktor bertolak belakang dari informasi yang ditemukan.
Kerusakan pada jaringan irigasi Way Bumi Agung tentu menunjukkan keraguan kualitas spesifikasi pekerjaan.
“Bagaimana mana mungkin baru saja selesai proyek tersebut sudah jebol,” kata salah satu sumber menyebut.
Sementara, masyarakat sebagai penerima manfaat pengguna air irigasi Way Bumi Agung, yang berlokasi di Kecamatan Sungkai Jaya Kabupaten Lampung Utara merasa kecewa atas kerusakan jaringan irigasi.
“10 tahun kami masyarakat sebagai pengguna air Irigasi Way Bumi Agung menunggu perbaikan, lalu begitu ada perbaikan belum di rasakan ada manfaatnya irigasi sudah jebol,” kata warga setempat.
Beberapa warga lainnya mengungkapkan, adanya kerusakan pada jaringan irigasi kami masyarakat berharap agar pekerjaan ini dapat di perbaiki, secara maksimal. “Jangan asal-asalan, ini dananya besar belasan miliar rupiah,” kata warga kepada Bongkarpost.
Diketahui, proyek rehabilitasi daerah irigasi Way Bumi Agung merupakan proyek Pekerjaan Umum Direktorat Kementerian Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBW-SMS) dengan anggaran Rp12, 8 miliar lebih. Dikerjakan oleh PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS) selaku pihak kontraktor. (Orean)









Komentar