
Beritakreativ.com – Bandar Lampung Upaya memperkuat layanan transportasi publik di Kota Bandar Lampung terus didorong oleh DPRD Kota Bandar Lampung. Salah satunya melalui pengembangan program Smart Bus yang saat ini melayani rute dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) hingga kawasan Trans Ramayana.
Ketua Komisi III, DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengatakan program Smart Bus tersebut merupakan hasil kerja sama ITERA dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan menjadi salah satu langkah awal dalam membangun sistem transportasi publik yang lebih modern di Bandar Lampung.
Ia menjelaskan, untuk rute Smart Bus yang sebelumnya hanya berputar hingga kawasan Mall Boemi Kedaton (MBK), kini diperpanjang sampai ke Trans Ramayana. Perubahan rute tersebut dilakukan setelah adanya masukan agar layanan transportasi publik dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Rutenya dari ITERA yang tadinya muter di MBK, tapi karena ada masukan dari kita, diperpanjang sampai ke Trans Ramayana,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, selain perluasan rute, pengembangan layanan Smart Bus juga diarahkan menggunakan sistem pembayaran nontunai atau tap, seperti yang telah diterapkan pada sejumlah layanan transportasi publik di Jakarta.
“Insyaallah dengan menggunakan smart bus-nya itu menggunakan tap seperti di Jakarta. Kami komunikasi dengan kawan-kawan ITERA, dan masyarakat sudah mulai dibiasakan,” katanya.
Sementara itu, ia menyampaikan, saat ini jumlah Kendaraan sebanyak 10 unit bus telah beroperasi melayani rute ITERA menuju Trans Ramayana. Layanan tersebut beroperasi pada jam kerja, mulai pagi hingga sore hari dan maksimal sampai waktu Magrib.
Menurutnya, Smart Bus yang saat ini berjalan merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Karena itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga berencana mengajukan dukungan serupa kepada Kementerian Perhubungan untuk pengembangan transportasi publik di tingkat kota.
Namun, rencana tersebut masih membutuhkan kajian dan pembahasan lebih lanjut. Pada 2026, Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung tengah melakukan kajian mengenai kebutuhan transportasi, termasuk sarana dan prasarana pendukung seperti halte serta utilitas lainnya.
“Bandar Lampung juga akan mencoba kembali pengajuan ke Kementerian Perhubungan untuk Kota Bandar Lampung. Namun, di tahun 2026 ini Dinas Perhubungan sedang melakukan kajian terkait transportasi, termasuk sarana utilitasnya, halte dan sebagainya,” jelasnya.
Ia berharap, hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan pembahasan untuk melihat kemungkinan pengembangan program transportasi publik pada 2027. Kepastian pelaksanaannya akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan anggaran murni 2027.
Menurutnya, keberadaan transportasi publik merupakan salah satu indikator penting bagi sebuah ibu kota provinsi yang ingin berkembang menjadi kota modern.
“Harapannya karena ini sebagai kota, ibu kota provinsi, salah satu ciri ibu kota modern itu tersedianya transportasi publik,” ungkapnya.
Ia menilai, Bandar Lampung sudah cukup lama membutuhkan sistem transportasi publik yang dapat diandalkan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta perguruan tinggi seperti ITERA diharapkan dapat terus diperkuat.
“Harapan kita dengan terfasilitasinya kerja sama antara pemerintah pusat dan kota, masyarakat benar-benar sudah bisa menikmati transportasi publik, termasuk Smart Bus. Mereka nanti menggunakan tanpa harus ribet,” pungkasnya.(WB)









Komentar