
Berita Kreatif,
Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Kota Bandar Lampung mulai mengalami kenaikan.
Pemerintah Kota memastikan lonjakan harga masih dalam batas aman, meski permintaan pasar meningkat signifikan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan kenaikan harga jelang puasa merupakan fenomena tahunan yang sulit dihindari.
“Kenaikan pasti ada menjelang Ramadhan bulan puasa,” ujar Erwin, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, sejumlah komoditas yang mulai merangkak naik antara lain aneka bawang, cabai, daging sapi, daging ayam potong, telur ayam, tempe, minyak goreng, hingga garam.
Erwin menjelaskan, kenaikan harga dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat menjelang Ramadhan yang tahun ini juga berdekatan dengan perayaan Imlek.
Selain itu, meningkatnya aktivitas pesta pernikahan sepanjang Februari turut memengaruhi perputaran dan ketersediaan stok di pasaran.
“Kenaikan cenderung disebabkan tingginya permintaan menjelang Ramadhan dan bersamaan dengan Imlek. Ditambah lagi banyak masyarakat yang menggelar pesta pernikahan di bulan Februari, sehingga sedikit memengaruhi permintaan stok,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan lonjakan harga masih dalam ambang toleransi.
“Kenaikan masih dalam batas aman, berkisar antara 2 sampai 4 persen,” tegas Erwin.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan program Operasi Pasar Murah. Program ini menjadi agenda rutin setiap menjelang dan selama Ramadhan sebagai bentuk intervensi pemerintah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Diharapkan dengan adanya pasar murah mampu menekan gejolak harga serta memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya permintaan,” ujarnya.
Operasi Pasar Murah tahun 2026 akan mulai dilaksanakan pada 26 Februari 2026 dan menyasar 20 kecamatan di Kota Bandar Lampung. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap agar distribusi komoditas merata dan tepat sasaran. (Jim)
Adapun jadwal pelaksanaannya sebagai berikut:
- Tahap I dimulai pada 26 Februari 2026.
- Tahap II dilaksanakan pada 5 Maret 2026.
- Tahap III digelar pada 12 Maret 2026.
Dengan pola bertahap tersebut, Erwin berharap intervensi pasar dapat menjaga stabilitas harga sepanjang awal hingga pertengahan Ramadhan.
“Harapannya, dengan pasar murah ini harga tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Erwin.(Jim)





Komentar