
Beritakreatif.com, Bandar Lampung – Bencana angin kencang disertai hujan deras menerjang wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu (04/11/2026). Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 28 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan, sedang hingga berat.
Dari jumlah tersebut, dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Meski menimbulkan kerusakan bangunan, bencana tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa, baik meninggal dunia, luka-luka maupun hilang.
Analis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Sot Faresha Revanza, mengatakan peristiwa angin kencang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Desa Cinta Mulya dan sekitarnya.
Menurutnya, setelah menerima laporan kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lampung Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana.
“Tim BPBD Lampung Selatan melakukan peninjauan langsung untuk mengidentifikasi kerusakan, kebutuhan mendesak masyarakat, serta mendata kemungkinan adanya korban jiwa. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada korban meninggal dunia, luka-luka maupun hilang,” ujarnya, Kamis (05/11/2026).
Ia menjelaskan, kaji cepat tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi warga terdampak sekaligus menentukan bentuk penanganan yang diperlukan pascabencana.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan terkendali. BPBD Lampung Selatan juga masih melakukan pendataan serta berkoordinasi untuk melihat kebutuhan masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.
Ia menyebutkan, kebutuhan yang paling terlihat saat ini berupa material bangunan, terutama genteng dan atap rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang.
“Untuk kebutuhan mendesak sejauh ini belum ada yang sifatnya sangat urgen atau mengancam keselamatan jiwa. Kerusakan lebih banyak pada material bangunan seperti atap dan genteng. Karena itu, kami masih melihat dan mengidentifikasi sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak,” jelasnya.
Lebih lanjut, BPBD juga mempertimbangkan kebutuhan penanganan jangka panjang agar warga dapat kembali memperbaiki rumah dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
Ia menegaskan, prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut adalah memastikan keselamatan masyarakat serta memenuhi kebutuhan warga terdampak sesuai hasil pendataan di lapangan.
“Yang paling penting, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Seluruh masyarakat dalam kondisi aman dan situasi saat ini sudah terkendali,” pungkasnya.(WB)






Komentar