
Saat rumah terendam banjir yang melanda pada, Jum’at petang lalu.
“Kemana pak lurah beserta aparatur kelurahan tidak ‘nongol’. Melihat kondisi warga, apalagi membantu warga yang terdampak,” demikian dikatakan Lilis, salah seorang warga Jalan Tirtayasa Gang PR Bandar RT 01/LK 1, Sukabumi.
Lilis salah satu yang terdampak parah akibat banjir, mengaku rumahnya menjadi satu-satunya yang terdampak parah di gang tersebut.
Air meluap masuk ke rumah saat hujan deras mengguyur Bandar Lampung pada Jumat sore.
Menurutnya, hingga malam hari tidak ada petugas ataupun pihak kelurahan yang datang untuk melihat kondisi rumahnya yang terendam air.
Dia menyebut, pada laman pemberitaan sejumlah media disebut puluhan titik banjir di Bandar Lampung. “Kok rumah kami tidak ada yang datang, apalagi membantu dari aparatur kelurahan,” ujarnya.
Ia menilai kondisi ini ironis, mengingat wilayah tersebut bukan pertama kali mengalami banjir. Rumahnya disebut sudah beberapa kali terdampak luapan air saat hujan deras.
“Rumah kami memang sering kebanjiran kalau hujan deras. Tapi kali ini benar-benar tidak ada perhatian,” katanya.
Lilis bahkan menduga minimnya respons pemerintah karena rumah yang terdampak hanya miliknya.
“Mungkin karena yang terdampak banjir hanya rumah saya sendiri di Gang PR Bandar, jadi dicuekin oleh pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan sementara, banjir yang terjadi pada Jumat (6/3) dilaporkan melanda sekitar 38 titik di berbagai wilayah Kota Bandar Lampung. Sejumlah kawasan mengalami genangan akibat hujan deras dan diduga dipicu sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Sukabumi maupun Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait keluhan warga tersebut. (*)





Komentar