-Pemasangan Box Culvert ‘Disulap’


Beritakreativ com, Bandar Lampung –
Pengerjaan peningkatan jalan Bypass Soekarno-Hatta Km 26, areal luar PKOR Way Halim Kota Bandar Lampung di keluhkan penguna jalan.
Tidak saja berkeluh kesah, warga dan pengguna jalan juga mempertanyakan kejelasan, proyek apakah yang sedang dikerjakan?, karena tidak satupun nama dan tanda proyek di tulis oleh pelaksana paket (proyek) di lokasi.
Selain perbaikan jalan, di lokasi juga terdapat pemasangan Box Culvert (media saluran air sitem tanam) yang juga dipertanyakan warga, lantaran pengerjaanya ‘disulap’, alias asal pasang.
Udin (43), pengguna kendaraan ketika melintas dilokasi menjelaskan, di Jalan By Pass dari arah Fly Over Korpri ke Rajabasa terjadi kemacetan panjang.
“Setengah jam lebih macet, terganggu karean ada perbaikan jalan. Harusnya, dari pihak proyek menempatkan petugas atur lalu lintas, jangan cuma pasang rambu-rambu “hati-hati melintas’ tidak jadi solusi mengatur kemacetan,” katanya.

Selain itu dia mengatakan, agar tidak terjadi kerusakan terus menerus sebaiknya rekanan yang mengerjakan harus memiliki tanggung jawab. “Agar kualitas jalan yang terus di benahi menjadi kuat dan tahan lama,” ujarnya.
Berbeda di sampaikan salah satu pedagang disekitar Bay Pas PKOR Way Halim, berinisial (El).
Dia menjelaskan, pada pemasangan Box Culvert di batas tembok pembatas kawasan olah raga Way Halim terlihat begitu cepat. “Kami kurang paham teknik pemasangannya, apakah masih menggunakan semen untuk menempelkan masing-masing kotak beton atau tidak. Karena pengerjaannya begitu cepat, dalam hitungan hari saja, seperti disulap,” kata dia.
Pada sisi lain, pantauan Beritakreatif Nusantara (BKN) di lokasi, Senin (3/8/2026), terpantau kemacetan ‘mengular’ hingga 1, 5 km dari arah Rajabasa menuju ke pengkolan Korpri depan Bagas Raya hingga SMA N 5 Bandar Lampung.
Di lokasi tidak terdapat petugas atau pihak yang mengatur arus lalu lintas, hanya terdapat pekerja yang dibatasi tiang pembatas setinggi 1,5 m yang di ikat dengan garis polisi. Kemudian terdapat pula alat berat yang difungsikan mengeruk aspal/hotmix pada tengah badan jalan.
Di ketahui, proyek ini dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung yang merupakan bagian dari percepatan perbaikan ruas Lintas Tengah.
Perbaikan Jalan Bypass Soekarno-Hatta Penanganan Pascabanjir di lakukan perbaikan perkerasan beton semen (spesifikasi Fs’45 Mpa) dan pemasangan box culvert pada titik seperti Km 26 yang selesai bertahap pertengahan tahun 2026.
Kemudian penerapan program zero pothole (nihil lubang) untuk menjaga kelancaran jalur logistik dan arus lalu lintas utama kota. Termasuk, di sekitar Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) dan kawasan PKOR Way Halim pada tahun 2026 meliputi penanganan darurat pascabanjir di Km 26 Bypass, yang menggunakan anggaran milyaran rupiah.
Terkait berita ini, pihak BPJN Lampung belum dapat dimintai komentar sejauh mana fungsi pengawasan dan tim yang diterjunkan ke lapangan dalam rangka pengaturan arus lalu lintas. Termasuk apakah hasil pekerjaan sudah memenuhi syarat kualifikasi yang di tentukan?. (Zul)










Komentar