Foto. Ilustrasi
“Talud Layang Bandarlampung”, Flyover Anti-Banjir yang Bakal Bikin Warga Bisa “Melayang” di Atas Genangan”
Berita Kreatif, Bandarlampung – Musim hujan kembali datang, dan seperti biasa, sebagian besar wilayah Bandarlampung berubah menjadi kolam raksasa dadakan. Kali ini, Pemerintah Kita Bandar Lampung tidak tinggal diam.
Mereka mengumumkan proyek revolusioner bernama Talud Layang Bandarlampung, flyover khusus setinggi 15–18 meter yang akan dibangun di jalan-jalan rawan banjir seperti Jalan Antasari, Tirtayasa, Raden Intan, Jalan Zaenal Abidin Pagar Alam, hingga sekitar Teluk Betung.
Dalam konferensi pers yang digelar di halaman Balai Kita Bandarlampung—yang untungnya masih kering—Walikita Bandarlampung menyampaikan bahwa proyek ini adalah “solusi out of the box” untuk masalah banjir yang sudah puluhan tahun tak kunjung tuntas.
“Kita sudah bosan dengan solusi konvensional seperti normalisasi sungai, pengerukan kali, atau pompa air. Itu semua ribet dan butuh perawatan. Talud Layang ini beda: banjir tetap ada, tapi warga bisa lewat di atasnya. Praktis, modern, dan bisa difoto dari drone untuk konten medsos,” ujar Walikota dengan semangat.
Talud Layang akan memiliki desain estetis dengan dinding talud berwarna cerah bertuliskan slogan “Banjir Bandarlampung: Pemandangan, Bukan Musibah”. Ramp masuk dan keluar akan ditempatkan strategis, lengkap dengan tangga darurat untuk sepeda motor yang nekat “nyelonong”.
Proyek tahap pertama menelan anggaran Rp 28 triliun, mencakup 10 kilometer flyover di kawasan rawan banjir kronis. Saat ditanya kenapa dana sebesar itu tidak dipakai memperbaiki drainase atau membangun waduk penampung, juru bicara Dinas PUPR Kita Bandar Lampung menjawab, “Drainase itu solusi jadul yang butuh koordinasi lintas sektor. Talud Layang ini satu paket, satu kontraktor, satu peresmian, dan bisa di-addendum kalau banjirnya lebih tinggi.”
Warga Kita Bandarlampung yang ditemui di Jalan Campang Raya Sukabumi—yang saat itu airnya sudah sebetis—berkampanye beragam. “Bagus sih, akhirnya ada solusi. Tapi kalau banjirnya sampai 20 meter gimana? Dibikin Talud Layang tingkat dua?” tanya Bu Siti, penjual goreng di pinggir jalan. “Yang penting motor saya bisa naik flyover itu, biar nggak mogok lagi tiap hujan,” tambah Pak Rahman, ojek online.
Pihak kontraktor menjamin, jika banjir melebihi ketinggian talud, akan segera diajukan proyek lanjutan “Talud Layang Susun” dengan mekanisme “penyesuaian anggaran yang wajar”.Walikita Bandarlampung menambahkan, proyek ini juga punya nilai wisata. “Nanti malam hari kita pasang lampu LED warna-warni. Wisatawan bisa naik ke talud, foto-foto dengan latar belakang ‘Danau Bandarlampung’ versi musiman. Potensi PAD baru, Lampung maju!”
Hingga berita ini diturunkan, para ahli tata kota masih sibuk menghela napas panjang, sementara warga kembali menyiapkan ban truk bekas sebagai pelampung cadangan. Groundbreaking Talud Layang dijadwalkan bulan depan—setelah air di lokasi proyek surut dengan sendirinya, seperti biasa. *)





Komentar