
Beritakreativ.com, Bandar Lampung — Perum BULOG Kantor Wilayah Lampung mencatat peningkatan pengadaan gabah dan beras sepanjang 2026. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan mencapai 471.767 ton gabah atau setara 241.319 ton beras.
Capaian tersebut meningkat 19,13 persen dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 202.564 ton setara beras. Peningkatan ini menunjukkan kontribusi BULOG Lampung dalam menyerap hasil produksi petani sekaligus memperkuat ketersediaan cadangan pangan.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, TNI dan Polri, kementerian/lembaga, hingga mitra kerja.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, pemerintah daerah, TNI dan Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan pengadaan pangan di wilayah Lampung,” ujar Rindo.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi motivasi bagi BULOG untuk terus meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani di daerah.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja serta mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani,” katanya.
Kontribusi Lampung Capai 6 Persen Nasional
Di tingkat nasional, realisasi pengadaan pangan BULOG hingga 7 Oktober 2026 mencapai 4.104.573 ton atau 102,61 persen dari target 4 juta ton.
Berdasarkan data tersebut, realisasi pengadaan nasional telah melampaui target yang ditetapkan. Capaian itu juga disebut sebagai realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG.
Keberhasilan penyerapan pangan nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Pencapaian itu tidak terlepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto serta dukungan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI dan Polri melalui Tim Jemput Pangan, pemerintah daerah, petani, mitra kerja, dan seluruh insan BULOG.
Dalam capaian nasional tersebut, BULOG Kanwil Lampung berkontribusi sekitar 6 persen terhadap total realisasi pengadaan. Angka ini menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah yang turut mendukung penyerapan produksi pangan dalam negeri.
Rindo menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keberlanjutan pengadaan gabah dan beras di Lampung.
Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga agar hasil produksi petani dapat terserap secara optimal.
Pengadaan pangan nasional 2026 dilaksanakan sebagai bagian dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026–2029.
Dengan realisasi yang melampaui capaian tahun sebelumnya, BULOG Kanwil Lampung berharap penyerapan gabah dan beras terus meningkat, sehingga mendukung ketersediaan pangan sekaligus memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat. (*)






Komentar