oleh

Periset FEBI UIN RIL Lakukan Survei Lapangan di Pandeglang Banten, Siapkan Training of Trainers untuk Petugas Survei Pesisir

-Berita, Nasional-244 Dilihat

Beritakreatif. Com

Pandeglang – Upaya memperkuat pembangunan masyarakat pesisir berbasis riset terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan survei lapangan yang dilaksanakan Tim Periset Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) di Desa Cikiruhwaten, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian mengenai pemberdayaan masyarakat pesisir yang bertujuan mengidentifikasi potensi ekonomi lokal, tantangan pembangunan kawasan pesisir, serta merumuskan model pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini juga diarahkan untuk memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis bukti (evidence-based policy).

Tim penelitian dipimpin oleh Dr. Hanif selaku ketua tim dengan anggota Agus Kurniawan, Dimas Pratomo, dan Dr. Suhendar. Dalam pelaksanaan survei lapangan, tim didampingi langsung oleh Mugni H. Laqoni, S.H., M.M., selaku Kepala Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan Provinsi Banten.

Ketua tim peneliti, Dr. Hanif, menjelaskan bahwa masyarakat pesisir memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi kelautan, serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya maritim. Oleh karena itu, berbagai kebijakan pembangunan perlu didukung oleh hasil penelitian yang mampu memotret kondisi riil masyarakat dan kebutuhan pengembangan kawasan pesisir secara komprehensif.

“Penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa pembangunan masyarakat pesisir tidak dapat hanya dilihat dari aspek ekonomi semata, tetapi juga harus mencakup dimensi sosial, kelembagaan, sumber daya manusia, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, model pemberdayaan yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, penelitian ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks tersebut, pemberdayaan masyarakat nelayan dan komunitas pesisir menjadi instrumen penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam, serta diskusi dengan berbagai unsur masyarakat guna memperoleh data mengenai aktivitas ekonomi, kondisi sosial, potensi sumber daya lokal, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan dan model pemberdayaan yang adaptif terhadap karakteristik wilayah pesisir.

Selain melaksanakan survei lapangan, tim peneliti juga membahas rencana penyelenggaraan Training of Trainer (ToT) Petugas Survei Penelitian Lapangan sebagai.

bagian dari tahapan penelitian berikutnya. Kegiatan ToT dirancang untuk meningkatkan kapasitas petugas survei dalam memahami metodologi penelitian, teknik pengumpulan data, penggunaan instrumen penelitian, serta standar etika penelitian lapangan.

Dr. Suhendar menjelaskan bahwa kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas proses pengumpulan data. Oleh karena itu, pelaksanaan ToT menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh petugas survei memiliki kompetensi yang memadai dalam melaksanakan penelitian secara sistematis dan profesional.

“Keandalan data merupakan fondasi utama dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berkualitas. Melalui ToT, kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pengumpulan data dilakukan sesuai dengan standar metodologi ilmiah sehingga hasil penelitian memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Mugni H. Laqoni menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh FEBI UIN Raden Intan Lampung. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi kebijakan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Ia menegaskan bahwa hasil penelitian akademik sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan memperkuat daya saing kawasan pesisir.

Penelitian ini memperoleh dukungan pendanaan dari Program MORA The AIR Funds Kementerian Agama Republik Indonesia yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan penelitian strategis yang memiliki relevansi tinggi terhadap pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan survei lapangan di Desa Cikiruhwaten, Tim Periset FEBI UIN Raden Intan Lampung berharap dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dalam mendukung penguatan ekonomi pesisir, peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, serta pengembangan tata kelola pembangunan kawasan pesisir yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan maritim yang lebih efektif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *