
Beritakreativ.com, Bandar Lampung – Puluhan pemilik usaha perdagangan, dan penjual kuliner dan rumah makan di wilayah Kecamatan Sukabumi dan sekitarnya merugi akibat mati lampu sekitar pukul 9.30 sampai pukul 12.30 siang pada, Rabu (18/2026).
“Sudah tiga jam lebih mati lampu, dagangan kami jadi sepi pengunjung. Karena, ruangan gelap dan tak ber AC, sehingga pembeli enggan masuk,” kata salah satu pemilik kafe berinisial (GL) di JL Tirtayasa Sukabumi Bandar Lampung.
Dia menyampaikan kekecewaannya, lantaran pihak PLN tidak mengumumkan ada pemadaman lampu sementara. “Karena alasan terjadi kerusakan atau perbaikan,” katanya.
Seharusnya kata dia, sebelum dilakukan pemadaman PLN, mestinya mengumumkan terlebih dulu ke masyarakat. “Jangan tiba-tiba mati lampu. Dagangan jadi terganggu yang menyebabkan, alat masak, rebus, tak bisa difungsikan karena aliran listrik tak menyala. Tapi, juga kulkas, AC, kipas angin tak bisa hidup menyebkan pengunjung malas datang untuk makan, karena panas,” jelasnya.
Senada dikatakan, Rahma Wati, staf keuangan Media Bongkarpost Group, juga merasa merugi, karena banyak tugas dan laporan keuangan yang harus di Up date.
“Jadi terlambat penagihan koran dan iklan secara online di biro-biro. Karena lampu mati,” katanya.
Harusnya kata dia, laporan setiap tri Wulan ke perwakilan/biro Bongkarpost tiap Kabupaten/Kota sudah masuk per hari ini, (red), Rabu 12 Agustus 2026.
“Karena tidak ada akses melalui jaringan internet, kerjaan jadi terganggu dan tertunda,” jelasnya pula.
Hingga berita di terbitkan, belum ada konfirmasi dari pihak PLN terkait pemadaman ini.
Berdasarkan pantauan ke sejumlah usaha di kawasan Sukabumi Bandar Lampung, Beritakreativ Group Bongkarpost mendapati, sejumlah usaha dan pemilik rumah makan mangkrak “Penjualan”.
“Ya bang, dari pagi tadi mati lampu. Dangan sepi, biasanya jam makan siang pembeli ramai, ini sudah pukul 1 pembeli sepi,” katanya. (“)










Komentar