

Beritakreativ.com, BANDAR LAMPUNG — Ribuan buruh harian dan karyawan PT BSA di Lampung Tengah mendatangi Polda Lampung untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta perlindungan dan keadilan atas dugaan pengerusakan tempat tinggal yang mereka tempati.
Kedatangan para buruh tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan menyusul aksi pengerusakan yang disebut terjadi di lingkungan tempat tinggal para buruh dan karyawan PT BSA. Mereka meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Para buruh berharap Polda Lampung segera mengambil langkah hukum dan memastikan keamanan mereka, terutama karena aksi pengerusakan tersebut telah menimbulkan rasa takut bagi para pekerja dan keluarga mereka.
Kekhawatiran semakin meningkat lantaran dalam aksi tersebut terdapat sejumlah massa yang diduga membawa senjata tajam (sajam) serta bambu runcing. Kondisi tersebut membuat para buruh merasa terancam dan tidak aman untuk kembali menempati tempat tinggal maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Para buruh meminta Polda Lampung bertindak tegas terhadap dugaan pengerusakan tersebut serta mengusut pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Mereka juga mendesak aparat kepolisian melakukan pengamanan secara maksimal guna mencegah terjadinya aksi susulan yang berpotensi menimbulkan bentrokan maupun korban.
Kedatangan ribuan buruh ke Polda Lampung menjadi bentuk desakan agar persoalan tersebut segera mendapatkan kepastian hukum. Para buruh berharap proses penanganan dilakukan secara objektif, transparan, dan tidak tebang pilih.
Para pekerja menegaskan bahwa mereka hanya ingin mendapatkan rasa aman untuk bekerja dan tinggal. Mereka meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan buruh serta keluarga yang berada di lokasi.
Mereka juga meminta Polda Lampung mengambil langkah tegas dan preventif agar aksi pengerusakan maupun intimidasi tidak kembali terjadi serta situasi di lingkungan PT BSA dapat kembali aman dan kondusif.
Hingg berita ini terbit beberap perwakiln sedang mediasi dengan polda lampung.(diki)








Komentar