
Beritakreativ.com, Bandar Lampung – Ribuan buruh PT BSA memadati Mapolda Lampung, mereka meminta kepolisian mengusut dugaan provokasi perusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan di Lampung Tengah.
Dalam aksi tersebut para buruh menyebut kerugian dalam peristiwa itu kurang lebih Rp30 milyar, mereka datang meminta keadilan sekaligus perlindungan bagi para pekerja.
Sementara itu, Polda Lampung menyatakan akan menyelidiki persoalan tersebut dan akan memanggil pihak terkait untuk di mintai keterangan.
Bukan saja soal kerugian, para pekerja juga mengaku trauma dan khawatir terhadap keselamatan mereka.
Mereka berharap proses hukum berjalan objektif, transparan dan tidak menimbulkan konflik lanjutan.
-Buntut Insiden Perusakan dan Pembakaran Aset
Diketahui bahwa, aksi yang belangsung Rabu, 19 Agutus 2026 lalu merupakan buntut dari insiden perusakan dan pembakaran 36 bangunan serta 12 kendaraan milik perusahaan oleh massa warga di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, yang terjadi pada 12 Agustus 2026.
Aksi dipicu sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) antara warga dari tiga kampung di Kecamatan Anak Tuha dan pihak PT BSA di Lampung Tengah.
Sehingga ribuan buruh dan karyawan turun ke jalan mendatangi Mapolda Lampung, karena resah atas keselamatan kerja dan berhentinya mata pencaharian mereka.
Saat itu para karyawan menyampaikan: “Mendesak kepolisian mengusut tuntas, menangkap, dan mengadili para provokator serta pelaku perusakan dan pembakaran aset PT BSA serta jaminan keamanan, meminta kepastian hukum dan jaminan keselamatan bagi karyawan agar bisa kembali bekerja dengan aman tanpa rasa takut”. Selanjutnya karyawan dan buruh PT BSA meminta kejelasan status dan pemulihan operasional di area lahan HGU perusahaan. (rls/*)





Komentar