Beritakreatif.com, Lampung Selatan -Warga Desa Sukanegara Kecamatan Tanjung Bintang resah akibat bau busuk yang berasal dari aliran air sungai yang melintas di Desa setempat.
Menurut Warga, bau busuk buangan air limbah yang sangat menyengat itu sudah cukup lama sering mengalir di sungai yang melewati Desa mereka hingga baunya sangat meresahkan warga.
Hasil Investigasi kepada warga setempat bahwa bau busuk menyengat yang melintasi aliran sungai Desa Sukanegara itu diduga berasal dari pembuangan Limbah Pabrik PT.Bumi Menara Internusa (BMI) yang berlokasi di Desa Lematang Kecamatan Tanjung Bintang.

Salah satu warga Perumahan Sukanegara Permai Dusun 6 Desa setempat bernama Daud mengakui bau busuk air limbah yang mengalir di sungai tersebut sangat meresahkan warga terutama bagi warga yang tinggal dekat bantaran sungai tersebut.
“Kalau kami telusuri dan karena ini sudah sering terjadi, bau busuk ini bersumber dari pembuangan limbah pabrik PT. Bumi Menara Internusa (BMI) yang berada di Desa Lematang, ” tegas Daud kepada Bongkar Post pekan lalu.
Menurutnya, bau busuk air limbah yang sudah cukup lama meresahkan warga itu sepertinya sengaja dibuang ke aliran sungai.
“Dulu ketika hujan turun sungai ini pasti meluap dengan air limbah yang berbau busuk, tapi kalau di musim hujan itu baunya tidak terlalu menyengat dikarenakan air limbahnya mengalir mengikuti arus air sungai, “ujarnya
“Tapi ketika di musim kemarau seperti sekarang ini, itu baunya sangat menganggu warga dikarenakan air limbah tersebut tidak mengalir dan mengendap di bantaran sungai, “imbuh Daud.
Selain itu, lanjut Daud, Bau busuk air sungai yang diduga dari pembuangan Limbah PT.BMI tersebut sangat merugikan warga terutama dirinya yang usahanya berdagang makanan disekitar bantaran sungai tersebut.
Bahkan bukan Hannya itu, akibat air limbah tersebut ekosistem hewan yang berada didalam sungai tersebut semuanya mati.
“Kalau dibilang merugikan warga ya pasti merugikan, contohnya saya yang usaha berdagang makanan aja dikarenakan bau busuk limbah ini sekarang tutup tidak ada lagi warga yang mau beli, “ungkapnya.
“Coba lihat sendiri ini, ikan Sabtu Sabtu yang merupakan ikan limbah yang terkuat aja bisa mati semua karena air limbah ini. Saya dari kemarin terus mengumpulkan bangkai ikan tersebut untuk di buang dikarenakan ikan itu membusuk dan ikut berbau juga, “terus Daud.
Selain Daud, beberapa warga juga seperti Rizal dan Arifin mengatakan bahwa air limbah tersebut saat mengalir ke sungai itu berbusa dan Eko sistem yang ada di dalam sungai seperti ikan Sabtu Sabtu bisa mati hingga mereka mencurigai dan merasa was was bila limbah tersebut masuk jenis limbah berbahaya tau limbah B3.
“Itu ketika air limbah itu mengalir itu airnya keruh berbusa bahkan ikan ikan pada mati, kami warga disini merasa was was kalau limbah tersebut masuk jenis limbah yang berbahaya seperti B3, “ujar Rizal
“Coba lihat saja itu tangan dan kaki Pak Daud merah melepuh dan gatal gatal akibat kena air limbah karena pak Daud sering menyentuh air limbah saat mengumpulkan bangkai ikan Sabtu Sabtu untuk di buang, “tambah Rizal yang diamini oleh Arifin warga lainnya.
Rizal juga menjelaskan bahwa dirinya bersama warga sudah melaporkan persoalan ini ke Polda Lampung melalui pelaporan Dumas dan laporan tersebut ditanggapi hingga belum lama ini Tim dari Polda Lampung sudah turun ke lokasi untuk melakukan cros cek dilapangan.
“Belum lama ini Tim dari Polda turun ke Lokasi tapi hingga saat ini air limbah itu masih saja mengalir ke sungai dan bau busuk limbah masih terus meresahkan warga disini, “beber Rizal.
“Kami warga sukanegara terutama warga yang sangat terdampak dengan limbah ini sudah sepakat apabila dalam waktu dekat ini tidak ada tindakan atau solusi dari pihak PT.BMI terkait limbah pabriknya maka kami warga akan beramai ramai mendatangi Pabrik PT BMI, ini akan kami lakukan kalau tidak ada tanggapan dari pihak PT.BMI, ” pungkas Rizal yang diamini oleh warga setempat.
Kepala Desa Sukanegara Heri Tamtomo.S.Sos mengatakan dirinya mengetahui kalau warganya sudah melaporkan ke Polda Lampung terkait limbah yang diduga dari PT.BMI yang meresahkan warganya.
“Saya sebagai Kepala Desa sangat berharap agar pihak PT. BMI mengerti keluhan warga Sukanegara terkait bau limbah yang sangat meresahkan warga,”tukasnya.
“Saya berharap pihak BMI ada solusinya terkait limbah ini, “sambung Heri.
Sementara itu, salah satu pihak Management PT. BMI, Darius melalui sambungan telepon pihak Scurity saat dilakukan konfirmasi terkait persoalan Limbah tersebut mengatakan belum bisa ditemui untuk klarifikasi secara langsung dikarenakan sedang sibuk melaksanakan Audit.
“Pak Darius belum bisa ditemui karena lagi sibuk Audit dari kemarin, “ujar salah satu Scurity BMI, Selasa 27/10/2026. (fir)











Komentar