
Berita Kreatif, Bandar Lampung
Dalam rangka menyambut dan mengamankan pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polda Lampung menggelar Apel Siaga Kamtibmas di lapangan Mapolda Lampung. Kegiatan ini menjadi simbol kesiapsiagaan aparat dalam menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci.
Apel tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan berbagai instansi dan organisasi kemasyarakatan. Hadir mewakili Gubernur Lampung, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Ahmad Syaifulloh, SH, MH. Ketua DPRD Provinsi Lampung diwakili Ketua Komisi I, unsur TNI dari Korem 043/Garuda Hitam, Brigif 4 Marinir/BS, Lanud Pangeran M. Bun Yamin, serta sejumlah pejabat utama TNI-Polri di wilayah Lampung.
Turut hadir pula perwakilan Kementerian Agama Provinsi Lampung, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, komunitas ojek daring, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam amanatnya, Kapolda Lampung melalui Wakapolda Lampung menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H kepada seluruh masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan menjadi faktor penentu terciptanya rasa aman, khususnya saat masyarakat menjalankan ibadah.
“Ketika masyarakat beristirahat, kita bekerja. Ketika masyarakat beribadah, kita menjaga.
Kita hadir sebagai pengawas yang efektif, menutup setiap peluang gangguan keamanan dan memastikan Ramadan berjalan dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekhusyukan,” tegasnya.
Lima Instruksi Strategis Pengamanan Ramadan
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan lima instruksi strategis kepada seluruh jajaran:
Pertama, penguatan fungsi intelijen dan early warning system.
Seluruh jajaran intelijen dan Bhabinkamtibmas diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi gangguan, termasuk kelompok yang berpotensi memicu intoleransi. Pendekatan persuasif kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda harus dikedepankan guna mencegah gesekan sekecil apa pun.
Kedua, pengamanan simpul ekonomi dan distribusi logistik.
Stabilitas keamanan harus berjalan seiring dengan stabilitas ekonomi. Aparat diminta memastikan kelancaran distribusi bahan pokok serta keamanan pusat-pusat kegiatan ekonomi guna mencegah kelangkaan dan gejolak harga di pasaran.
Ketiga, penguatan patroli pada jam-jam rawan
Penempatan personel difokuskan pada titik-titik black spot, khususnya saat ngabuburit, waktu salat tarawih, dan menjelang sahur. Pengamanan area parkir masjid ditingkatkan guna mencegah pencurian kendaraan bermotor.
Selain itu, patroli gabungan berskala besar akan digelar untuk mengantisipasi potensi gangguan seperti sahur on the road yang berisiko menimbulkan gangguan ketertiban.
Keempat, pelayanan yang humanis dan edukatif.
Pendekatan persuasif dan empatik harus menjadi prioritas, mengingat kondisi fisik masyarakat yang sedang berpuasa.
Dalam penanganan pelanggaran ringan, langkah edukatif diutamakan sebagai bagian dari strategi community policing, sejalan dengan semangat transformasi menuju Polri yang Presisi.
Kelima, penguatan sinergi lintas sektor
Keamanan tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi semata. Oleh karena itu, koordinasi antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Apel Siaga ini menjadi penegasan komitmen bersama antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kedamaian serta ketertiban selama Ramadan.
Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan suasana ibadah di Provinsi Lampung dapat berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan. (diki)





Komentar