Berita Kreatif,

Persoalan air keruh dan berkadar kapur tinggi yang selama ini dihadapi warga Desa Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan, mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi.
Tim dosen dan mahasiswa program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan limbah ampas tebu sebagai bahan baku penjernihan air.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tarahan, Senin (26/1/2026), itu mengusung tema “Dari Limbah Jadi Berkah: Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku dalam Penjernihan Air”. Sosialisasi diikuti perangkat desa dan perwakilan masyarakat yang tampak antusias mengikuti pemaparan serta diskusi interaktif.
Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ITERA, M. Akbari Danasla, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil kajian awal tim yang menemukan kualitas air di sejumlah titik di Desa Tarahan belum memenuhi ambang batas aman.
“Berdasarkan analisis yang kami lakukan, beberapa sampel air di Tarahan mengandung zat kapur yang cukup tinggi serta Total Suspended Solids (TSS) yang menyebabkan air berwarna kecoklatan. Kondisi ini tentu berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan,” ujar Akbari dalam pemaparannya.
Menurutnya, penggunaan filter sederhana berbahan dasar limbah ampas tebu menjadi alternatif solusi yang murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan. Selain mampu menurunkan tingkat kekeruhan air, metode ini juga mendorong pemanfaatan limbah organik yang selama ini kurang bernilai.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih sekaligus menunjukkan bahwa pengolahan limbah bisa dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak besar,” kata Akbari.
Ia menambahkan, hasil kegiatan dan penelitian ini akan menjadi pijakan ITERA dalam mengembangkan model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, khususnya di wilayah pesisir, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah dosen Teknik Pertambangan ITERA, antara lain Alio Jasipto, S.T., M.T., La Ode Arham, S.Pd., M.T., Deni Mildan, M.T., Rully Ernando, M.T., Tiorivaldi, M.T., Alfath Zain, M.Eng., dan Divia Lestari, M.T., serta mahasiswa Faqih Ananda Putra, Dicky Ferdiansyah, Sherly Dwi Septikasari, Asti Pricillia Safitri, dan Bharadipa Wirapati Jimbaran.
Kepala Desa Tarahan menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus berlanjut. Ia menilai sosialisasi yang dilakukan ITERA memberikan pengetahuan baru sekaligus solusi nyata bagi warga.
“Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang cara menangani air keruh dan berkadar kapur, serta pentingnya menjaga lingkungan. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut demi kesehatan dan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi serta komitmen bersama antara tim akademisi dan masyarakat untuk mewujudkan Desa Tarahan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sebagaimana pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut, limbah bukanlah akhir dari nilai, melainkan awal dari harapan jika dikelola dengan bijak.(jm)





Komentar