Berita Kreatif, Bandar Lampung
Langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sebagai percontohan pengelolaan taman nasional dinilai sebagai kebijakan strategis yang perlu dikawal bersama.
Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menegaskan lembaganya siap berada di garis depan untuk mendukung dan memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif.
Pernyataan itu disampaikan Ahmad Giri Akbar setelah mengikuti rembuk bersama warga desa penyangga TNWK yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Kantor Balai TNWK, Lampung Timur, Sabtu (24/1/2025).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan peninjauan langsung ke Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas.
Giri menilai, perhatian Presiden terhadap Way Kambas mencerminkan arah baru kebijakan negara dalam pengelolaan kawasan konservasi, yakni tidak hanya menitikberatkan pada perlindungan satwa, tetapi juga pada penyelesaian konflik yang selama ini membebani masyarakat di sekitar kawasan hutan.
“Way Kambas diproyeksikan menjadi contoh nasional. Karena itu, DPRD Provinsi Lampung mendukung penuh komitmen Presiden agar konservasi berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat desa penyangga,” ujar Giri.
Ia menambahkan, DPRD Lampung membuka ruang dukungan kebijakan terhadap program strategis pemerintah pusat dan daerah, termasuk rencana pembangunan pembatas permanen antara kawasan TNWK dan 23 desa penyangga.
Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai upaya preventif untuk meminimalkan konflik antara manusia dan gajah sumatera.
“Pembangunan pembatas bukan semata soal infrastruktur, tetapi bagian dari perlindungan sosial dan ekologis jangka panjang,” katanya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya peran masyarakat sekitar hutan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem Way Kambas. Ia menyebut keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan konservasi jangka panjang.
“Tanpa partisipasi masyarakat, upaya pelestarian tidak akan berjalan optimal,” kata Rahmat.
Selain itu, Giri mengapresiasi kerja sama lintas sektor yang telah terbangun dalam pengamanan kawasan TNWK.
Ia menyoroti dukungan TNI melalui Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi yang mengerahkan personel untuk membantu pengamanan wilayah penyangga.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, DPRD, TNI, pengelola taman nasional, dan masyarakat harus terus diperkuat agar Way Kambas benar-benar menjadi model nasional pengelolaan taman konservasi,” tutup Giri.(*)









Komentar