BPD Temukan Korban Yang Hilang

Berita Kreatif, Bandar Lampung
Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan bantuan beras 10 kg dan uang tunai sebesar 1 juta kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Mengatakan bantuan tersebut diberikan wilayah yang terdampak, untuk wilayah yang paling parah ada 4 kecamatan diantaranya Rajabasa, Tanjung Seneng, Sukarame, Dan Sukabumi.
“Kami sudah memberikan bantuan kurang lebih 1000 Kepala Keluarga (KK) berupa bantuan Beras 10 kg dan uang senilai 1 juta,” ujarnya Minggu (08/03/2026).

Menurutnya, bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat membersikan rumah serta memenuhi kebutuhan pokok setelah banjir melanda.
“Bantuan ini kami berikan agar warga bisa memberikan rumah masing-masing, dan beras yang diberikan dapat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal disekitar aliran sungai agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, dengan intensitas hujan deras serta angin kencang.
Bunda Eva, memintak warga segera melapor kepada RT, Lurah, maupun Camat apabila terjadi pontensi banjir. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah kota telah berkoordinasi dengan pihak balai sungai terkait penanganan aliran sungai, sementara untuk drainase di wilayah kota terus dilakukan penataan di hampir seluruh kecamatan.
Selain itu, Eva juga mengajak masyarakat yang memiliki bangunan di atas aliran sungai untuk bekerja sama dengan pemerintah agar aliran air dapat berjalan lancar hingga ke muara.
Ia menyebutkan, dampak banjir menyebabkan banyak perabot rumah tangga warga terendam, seperti kursi, kulkas, hingga peralatan rumah lainnya. Bahkan di Kelurahan Pematang Wangi, ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter.
“Warga yang terdampak banjir ini menerima bantuan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui kecamatan dan juga dari BPBD,” jelasnya.
Ia berharap bantuan berupa beras dan uang tunai tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk keperluan pembersihan rumah maupun memperbaiki bagian rumah yang rusak akibat banjir.
Walikota bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan, kepada orang tua yang mempunyai anak kecil untuk melarang anaknya untuk mandi hujan dan melihat cuaca saat ini tidak stabil. Mulai sekarang orang tua harus melarang anaknya untuk mandi hujan apalagi yang rumah nya Deket aliran sungai.
-Korban jiwa

Menurut Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat menyebut dua korban meninggal dunia yakni. Bocah berusia 10 bernama Satria siswa kelas 4 SDN 1 Rajabasa, Dan satu korban lagi dan belum diberitahu indentitas Ditemukan sekitaran di Jl.Dr Harun kecamatan Tanjung karang Timur. Dan korban lainnya Bocah 6 tahun Diki Cahyana ditemukan tersangkut di aliran sungai dalam kondisi meninggal dunia.
Pria Dewasa setaran 20 tahun keatas dan belum diketahui identitasnya ditemukan Jum,at sore sekitar 04.00.
Bocah 10 tahun bernama satria siswa kelas 4 SDN 1 Rajabasa ditemukan Sabtu pagi 08.15 (07/03/2026) ,ditemukan 800 meter dari titik awal dan meninggal dunia. Diketahui korban sedang bermain hujan dipinggiran sungai yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, korban terpeleset dan langsung terbawa arus salah satua saksi mata Raditya Anugrah yang sempet berusaha membantu korban saat terbawa arus namun gagal.
Bocah 6 tahun Diki Cahyana ditemukan sekitar 4 kilo meter tersangkut di aliran sungai Kaliasin Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan Jum’at (07/03/2026) dalam kondisi meninggal dunia. (*)





Komentar